Silence
Taehyung menatap laptopnya yang kosong. Dia tidak sedang merevisi tugas akhirnya, tidak juga bimbingan daring seperti apa yang dikatakannya pada Jungkook dan Jimin.
Dia ingin mengetes sesuatu dan sangat berharap bahwa apa yang dipikirkannya salah. Dia menarik kursinya mendekat ke meja dan meraih gelas yang diletakkannya di atas meja, bukan untuk minum air tapi untuk mendengarkan lewat dinding.
Dia mendengar suara tawa perempuan di lorong dan menyadari bahwa Jungkook sudah pulang. Terdengar suara berisik percakapan mereka yang sayup-sayup dan denting pintu apartemen yang terbuka. Taehyung menahan napasnya, entah kenapa. Dia berusaha meminimalisir suara apa pun yang bisa mendistraksi perhatiannya dari mendengarkan apa yang tetangganya sedang lakukan.
Taehyung menempelkan gelas di dinding dan mendengarkan lewat pantulan gelas.
Tidak terdengar apa pun selain suara obrolan sayup-sayup sebelum satu desahan keras dan semuanya hening.
Taehyung bernapas melewati bibirnya yang terbuka, menahan suaranya agar tidak terlalu keras. Suasana kamar begitu hening hingga Taehyung takut apakah dia ketahuan? Atau apa?
Lama tidak terdengar apa pun, Taehyung akhirnya menarik dirinya mundur dari dinding dan meletakkan gelas di meja. Merasa konyol karena telah mencurigai tetangganya yang manis, ramah, menggemaskan dan gemar memberikannya makanan. Taehyung memutar bola matanya, bernapas lega seraya menyandarkan tubuhnya di kursi lalu memejamkan mata.
Mungkin dia harus beli makanan atau dia bisa menyeduh teh dengan banyak susu dan gula batu untuk dimakan bersama seboks scones buatan tangan Jungkook.
Merasa bahwa itu ide yang bagus, Taehyung akhirnya berdiri, meregangkan tubuhnya dan menguap lebar. Terkekeh karena telah curiga tanpa landasan sama sekali pada Jungkook. Mungkin hanya kebetulan Jungkook harus keluar tiap kali terjadi pembunuhan; dunia ini, kan, luas dan kebetulan itu bukan lagi hal yang aneh.
Bisa saja, kan? Tidak ada yang tahu.
Taehyung beranjak ke dapur, menyalakan kompor untuk membuat air hangat. Dia membuka kabinet di atas, mengambil stoples kaca terisi daun teh dan menuang beberapa jumput ke dalam mugnya dan mengambil gula batu.
Menambahkan dua butir, dia kemudian berdiri menatap kompor yang sedang mendidihkan air panasnya dengan keadaan setengah mengantuk.
Airnya mendidih, Taehyung mematikan kompor dan meraih teko yang digunakannya untuk membuat air panas. Menuang air panas ke dalam mugnya saat dia mendengar suara itu.
Jelas dan keras.
Suara perempuan yang tercekik.