Notifikasi
Jungkook masih tidak habis pikir bagaimana Yugi akhirnya nampak begitu merana karena puasanya batal, sekarang sedang mengontemplasi tujuan hidupnya di kursi sebelah Jungkook setelah mereka makan siang dan siap kembali untuk kelas berikutnya.
“Yaa lagian kok bisa lupa, sih, Yug?? Kirain elo lagi ada situasi khusus apaa gitu jadi gak puasa, makanya gue diemin aja.... Maaf, ya?”
Yugi masih menatap jalanan dengan mata nanar, nampak begitu kecewa dan tidak memiliki tujuan hidup. “Ya, arep piye meneh...” katanya kemudian. “Mampir indomar, Jek,”
Jungkook memicingkan matanya. “Mau ngapain?” tanyanya, tak ayal menepi ke mini market terdekat yang mereka lewati ke arah fakultas hukum.
“Udah kepalang basah, nyebur aja sekalian, yakan? Mau es krim gak, Jek?” Yugi melepas sabuk pengamannya, sudah siap akan turun dari mobil dan Jungkook nyaris menyambit kepalanya dengan sepatu.
“Dosa lo udah banyak anjir??” kata Jungkook tidak habis pikir, benar kata Mingyu bisa gila Jungkook lama-lama.
“Salah itu manusiawi, Jek, khilaf jenenge. Gusti Allah pasti memaafkan umatnya yang khilaf, nah karena udah kadung batal ya udah sekalian aja. Besok puasaku tak lebihin sehari,” Yugi nyengir. “Kesalahan itu bukan untuk disesali, tapi dijadikan pembelajaran.”
“Sok bijak, astaga!” Jungkook tertawa, setengah hatinya ingin membenturkan kepalanya ke setir. “Yaudah, gue mau lemon water aja,”
“Siap, Pak bos,” Yugi nyengir, membuka pintu mobil dan bergegas beranjak ke mini market dengan langkahnya yang panjang.
Jungkook mengamati mini market yang ramai dan mendesah. Dia menarik laci dasbor, mengeluarkan pas foto yang diberikan Taehyung beberapa hari lalu; pas foto biasa saja dengan background merah yang dia persiapkan untuk sidang kelulusan yang nampaknya akan tertunda karena masalah ini. Tapi pembicaraan mereka hari sebelum Taehyung mengundurkan diri, dia mengklaim akan tetap mengerjakan skripsinya dan melakukan bimbingan daring dan hanya akan kembali ke Jogja untuk mengurus sidang dan sidang, selebihnya dia akan tetap di Bali hingga masalah selesai.
Walaupun Jungkook sama sekali tidak faham bagaimana melarikan diri ke Bali akan menyelesaikan masalah namun dia menghormati pilihan Taehyung. Dia tidak akan berkomentar jika tidak ditanya. Mungkin Taehyung memang butuh waktu sendiri sebelum menghadapi ayahnya, mungkin dia sedang terkena emosi sesaat dan ingin membuktikan pada ayahnya bahwa dia mampu sebelum akhirnya mengkonfrontasi keluarganya lebih lagi.
Entahlah Jungkook hanya bisa mengikuti permainan Taehyung karena dia sadar sepenuhnya, ini urusan Taehyung dan keluarganya. Jungkook hanya kebetulan berada di antara mereka.
Menyimpan kembali pas foto di tangannya, Jungkook menutup laci dasbor lalu meraih ponselnya. Dia melihat Yugi sudah mengantri di kasir dengan satu botol minuman isotonik dan satu cup es krim, jadi harusnya tidak lama lagi. Dia baru saja akan membuka Instagram saat pemberitahuan Whatsapp membuatnya menahan napas.
Itu Taehwan.